slider_top

[6] [recent] [slider-top-big] [Technology]
You are here: Home / Grand Launching ITS Mengajar, IECC Siap Beraksi

Grand Launching ITS Mengajar, IECC Siap Beraksi

| No comment
Pendidikan, kata yang kini bisa dinikmati dengan mudah oleh sebagian warga Negara Indonesia. Namun tidak demikian untuk sebagian yang lain. Ada yang tidak mampu merasakan pendidikan seutuhnya. Melihat hal tersebut, Badan Semi Otonom ITS Education Care Center Badan Eksekutif Mahasiswa (BSO-IECC-BEM) ITS mengusung Gerakan ITS Mengajar.
Teater A ITS, ITS Online - Gerakan ITS Mengajar tersebut resmi dibuka dalam acara Grand Launching ITS Mengajar, Sabtu (3/3). Bertempat di Teater A ITS, panitia menghadirkan pembicara yang berpengalaman dalam kegiatan belajar mengajar.

Dalam sambutannya di awal acara, Anindito Kusumojati, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Internal BEM ITS mengatakan bahwa mahasiswa perlu turun langsung ke masyarakat. Salah satunya dengan cara mengajar pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi besar yang belum dimanfaatkan. ''Karena terkadang kita terlalu individualistis,'' begitu ungkapnya.

Segera saja, peserta yang berjumlah sedikitnya 80 orang tersebut diajak dalam diskusi dengan dua tokoh ternama. Materi pertama disajikan oleh Tantien Hidayati SS MPd. Ia membawakan materi Pentingnya Inovasi Pemuda dalam Memajukan Pendidikan Indonesia.

Dalam paparannya, Tantien lebih banyak menampilkan video. Dimulai dari video kondisi Indonesia saat ini, respon anak kecil yang begitu cepat, hingga kegiatan Komunitas Aksara Malang yang didirikannya.

Lantas wanita asal Malang ini menjelaskan bahwa adik-adik binaan, atau peseta didik akan merespon dengan cepat apa yang mereka lihat, dengar, dan perhatikan. Mereka meniru tanpa memfilter. ''Maka kita perlu hati-hati dalam berperilaku di depan anak-anak,'' ujar wanita berkaca mata ini.

Dari penjelasan tersebut, Tantien bercerita tentang seorang guru yang sedang naik sepeda motor. Sewaktu berpapasan dengan muridnya, sang guru disapa dan dengan terpaksa membalasnya dengan lambaian tangan kiri. Akibatnya, beberapa hari kemudian si murid membalas sapaan temannya dengan hal serupa. ''Akhirnya, guru itu memilih untuk mengangguk dan tersenyum saja saat disapa dalam berkendara,'' ungkap Tantien.

Menanggapi penjelasan alumni Universitas Brawijaya tersebut, Agesti, salah satu peserta menanyakan peran sekolah dalam membentuk karakter seorang anak. Karena menurut Agesti, anak-anak lebih banyak diajarkan akademik dibanding pembentukan karakter.

Lalu dengan tenang, Tantien mengakui bahwa kebanyakan orang berfikir bahwa pintar berarti sukses di bidang akademik. Padahal setiap anak memiliki minat dan bakat yang belum tentu sama. Tidak semua anak dapat disamakan cara belajarnya. Baginya, sekolah hanyalah salah satu sarana untuk mengembangkan hidup. ''Masukkan nilai-nilai yang ingin kita tanamkan secara perlahan sehingga mereka tidak merasa bahwa mereka sebenarnya sedang belajar,'' jelas Tantien menjawab.

Berikutnya, giliran Nila Pungky Ningtias maju untuk menyampaikan materi Pengajar Muda. Alumni ITS angkatan 2005 tersebut menceritakan perjuangannya untuk mengabdi di daerah pedalaman Lampung.

Meski sempat dikhawatirkan oleh pihak keluarga, Nila berhasil berangkat untuk bergabung dengan Tim Indonesia Mengajar. ''Wajar juga, orang tua mana sih yang tidak khawatir anak gadisnya pergi ke daerah yang jauh?'' jelasnya.

Lima Proker
Ditemui secara terpisah, Mochammad Nurul Huda, ketua panitia acara ini, menjelaskan bahwa acara ini akan ditindaklanjuti dengan lima program kerja (proker) lainnya dari IECC. Kelima proker itu adalah IECC for Teacher, IECC Scholarship, IECC Goes to Ujian Nasional (UN), IECC Surabaya Goes to School, dan IECC for Indonesia.

Ia menambahkan bahwa ITS Mengajar merupakan program baru sejak IECC berdiri  enam tahun silam. Ia berharap agar mahasiswa ITS dan masyarakat umum, yang akan menjadi pengajar di program ini, mempunyai semangat untuk memfailitasi pendidikan. ''Walaupun sedikit yang diberikan, tapi yakinlah manfaatnya besar,'' pungkasnya. (nir/fz) 
Sumber : www.its.ac.id